TERBUNGKUS GIMBAL

•+0000k302009bUTCSun, 22 Nov 2009 12:44:28 +0000 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kamis, 06 Agustus 2009
by : Antok Zuhud *

Si nbah rambut gimbal telah tiada……………
Yang tersisa hanya kenangan tawa lepas ha….ha….I love you full …..
Masih terbersit senyum lepasnya, dengan pantulan giginya yang optimis
Masa lalu, kini, dan esok seolah sama saja…..
Yang menjadi pijakan, cuma teman2 jalanan, kopi, dan rokok kretek……

Baginya 1000 rupiah sama saja dengan 1 milyar …….
Baginya harta dan bilangan hanya status, bukan penentu kebahagiaan…..
Kaya, tenar, terkenal, atau luntang-luntang dimatanya sama, hanya kulit…..
menjadi pemusik jalanan atau selebritis hanyalah bungkus.

Karena jati dirinya tidak berubah, seperti dia yang belum dikenal…….
Menyapa siapa saja, murah senyum, dan tidak memandang sekat sosial
Punya mobil atau motor butut pun sama saja…..
Karena jiwa dan hati adalah pembawa suasana sebenarnya.

Kedamaian, dan kebahagiaan adalah dari jiwa
Bukan dari materi atau sederet pembungkus dalam strata kehidupan
Sikap tulus ingin menghibur orang lain, yang membuat tetap bertahan.
Bertahan dalam prinsip hidup yang ia pegang….
yakni kehidupan orang pinggiran dan para seniman sejati

Tawa lepas ha…ha… ha… akan selalu terkenang
Anak berusia 2,5 tahun tetap ingat, bahkan untuk 60 tahun sesudahnya

Selamat beristirahat dengan tenang Nbah Surip …………

*) Penulis di www.seribupilar.com

SEMUA ITU HANYA SEBUAH …PROYEK…

•+0000k302009bUTCSat, 18 Apr 2009 15:57:40 +0000 18, 2008 • 2 Komentar

Bangsa Indonesia baru bangkit dari sebuah keterpurukan setelah 30 tahun lebih berkubang dalam lubang penjajahan, penjajahan dari anak bangsa sendiri. Semua berlomba demi kepentingan masing-masing kelompok, tanpa mau peduli orang lain, tanpa mempedulikan rakyat kecil dan hanya peduli dengan golongan dan ’konco-konco’ dalam lingkup mereka sendiri demi menguatkan posisi dan kejahatan yang telah dan akan mereka kerjakan. Sebagian mereka, sekarang masih ada. Walau tidak langsung terang-terangan, namun mereka masih tetap melakukan sesuatu demi menguatkan golongan mereka demi mencapai sebuah posisi penting di negeri ini.

Proyek Dalam Perencanaan
Kita tahu, setelah keterpurukan itu, bangsa Indonesia membutuhkan sebuah pembenahan besar-besaran. Pembenahan besar-besaran ini mengharuskan ada pengawas independen yang bekerja aktif terus ’mematai-matai’ gerak-gerik para pembenah. Pembenahan bangsa Indonesia dilakukan dengan merencanakan program dan melaksanakannya.
Bangsa kita memang pintar dalam merencanakan sebuah program. Berbagai program keluar dari otak intelegensi mereka, kemudian dibahas dan diputuskan untuk dilaksanakan atau tidak dilaksanakan. Berbagai kepentingan mulai masuk saat sebuah program akan keluar dari otak. Lebih ’gila’ lagi saat program tersebut masuk dalam pembahasan perencanaan, kepentingan-kepentingan dari orang yang –seharusnya gak sebegitu perlu- dijadikan sebuah wacana dalam pembahasan. Keputusan ketua sidang-pun molor begitu saja. Pihak-pihak yang merasa diuntungan dengan rancangan pembahasan mulai gencar lobi-lobi, beberapa oknum yang merasa ’rugi’ tidak atau belum kebagian mencoba untuk mempersulit, akhirnya semua orang mendapat semua. Bancaan ’uang tip’- pun dimulai. Keputusan berjalan lancar begitu saja. Itu semua sudah terbukti, contoh lihat tulisan berikut ini:

Pada bulan September 2006, Al Amin bersama Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan sehubungan dengan adanya usulan pelepasan kawasan hutan lindung Tanjung Pantai Air Telang untuk pembangunan Samudera Tanjung Api-api di Kabupaten Banyuasin.
Pada kunjungan tersebut, Direktur Utama Badan Pengelola dan Pengembangan Kawasan Pelabuhan Tanjung Api-api (BPTAA) atau mantan Sekretaris Daerah Propinsi Sumatera Selatan Sofyan Rebuin meminta anggota Komisi IV DPR Sarjan Tahir agar memproses dan menyetujui usulan pelepasan kawasan hutan lindung Tanjung Pantai Air Telang dan menjanjikan akan memberikan dana. (http://202.146.4.17/read/xml/2008/08/27/04444258/inilah.tiga.dakwaan.untuk.al.amin).

Proyek Dalam Pelaksanaannya.
Setelah pembahasan perencanaan selesai di kalangan pengambil kebijakan, dimulailah pelaksanaan lapangan. Dalam pelaksanaan lapangan, kebiasaan yang terjadi saat pemerintahan yang dipegang selama 30 tahun lebih itu masih terus melekat dalam birokrat bangsa kita. Belum sampai terjun ke lapangan, perijinan di daerah sudah dipersulit tanpa ’uang pelicin’. Kalaupun ijin bisa keluar tanpa itu, kondisi dilapangan akan sangat sulit dilakukan, berbagai kendala dan hambatan pasti selalu terjadi. Pemberi ijin tingkat daerah-pun lepas tangan, mereka selalu beranggapan tidak pernah diajak untuk ’kompromi’ dan tidak pernah dilibatkan.
Kita mungkin masih ingat banyak kasus terjadi saat sebuah program diluncurkan tanpa ’uang pelicin’ pasti terkendala atau ada hambatan tertentu. Diantara kita mungkin juga pernah mengalami saat menangani sebuah program pemerintah tertentu, kita akan merasa kesulitan tanpa ’koordinasi’ atau tanpa ’ijin’ pada si penguasa daerah. Berbagai alasan mereka ungkapkan. Walaupun kadang tak ada sangkut paut antara program tersebut dengan masalah di daerahnya. Coba anda renungkan tulisan dibawah ini:

Surabaya – Perubahan sikap Bambang DH yang mendukung program konversi minyak tanah ke elpiji ternyata ada maksudnya. Melunaknya sikap Bambang ini ternyata karena pihak Pertamina akan memberikan bantuan untuk Pemkot Surabaya.
“Pertamina sudah menjanjikan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk pembangunan Taman di Surabaya dalam waktu dekat ini,” aku Bambang di sela-sela acara Grand Launching Konversi Minyak Tanah ke Elpiji di Lapangan Putro Agung, Kecamatan Tambaksari, Senin (26/11).
(http://www.pdssurabaya.com/index.php?option=com_content&task=view&id=739&Itemid=28).

Seharusnya, yang didahulukan adalah warganya, bukan masalah taman. Itukan bisa diurus nanti atau sambil jalan. Di beberapa media lain juga memberitakan, bahwa konversi di Surabaya sudah dilakukan oleh PT…. sejak bulan Agustus, tapi kenapa launching justru baru dilakukan pada bulan September setelah sebagian besar kecamatan dipegang / di manajemeni oleh PT lain.
Saya sendiri belum tahu ada apa dibalik itu semua. Semoga selalu kebutuhan rakyat yang di dahulukan oleh pemerintah baik pusat, daerah maupun kota / kabupaten.
Yah… inilah negara kita. Nasib Kita. Kita coba untuk selalu positif thinking aja. Enjoyyy… tapi jangan kebablasan.

terima kasih…

APAKAH CINTA ITU

•+0000k312009bUTCSat, 31 Jan 2009 13:55:26 +0000 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tahukah engkau tentang CINTA ?

Cinta dalam bahasa asing berarti ta`dzim, ihtimaman dan mahabbah (Bhs. Arab), Love (Bhs. Inggris), epithymia, eros, storge, philia dan agape (Bhs. Yunani), kokoro, ai dan koi (bhs. Jepang), dan masih banyak lagi…

Cinta adalah rasa yang dimiliki oleh subyek kepada obyek, rasa itu bisa berupa kasih sayang, memiliki bersama, empati, simpati, dsb.


Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut (http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta).

Selain Allah dan manusia, apakah ada subyek dan obyek lain yang mempunyai rasa cinta-mencintai ?, jawabannya, ya, pasti ada. Hanya kadang tidak kita sadari.

Misal saja malaikat. Malaikat yang nota bene setia pada seluruh perintah Tuhan-pun punya rasa “cinta”. Pernahkan anda mendengar “cinta” malaikat pada nabi-nabi-Nya ?. Saat terjadi perang di jaman nabi Muhammad, malaikat Jibril “menawarkan diri” untuk membunuh semua musuh nabi pada saat itu dengan cara mengangkat gunung (dengan ijin Tuhan) dan melemparkannya pada musuh nabi. Namun, dikarenakan besarnya cinta nabi pada seluruh umatnya (termasuk terhadap musuhnya), beliau (nabi) tidak menerima “tawaran” nya (malaikat).

Begitu juga dengan “cinta”nya tumbuhan, hewan dan alam semesta ini terhadap manusia. Cinta mereka kepada kita adalah hasil dari cinta kita (manusia) kepada mereka. Ada sebuah kalimat yang baik :

…Rasa mencintai akan kembali padanya rasa cinta itu sendiri…

dan kita tidak tahu kapan dan dimana cinta itu akan kembali…

surabayasmile

maka dari itu sebarkan rasa cinta kita kepada semua, niscaya cinta itu akan kembali pada kita bahkan melebihi besarnya cinta yang telah kita berikan.

Baca Juga :

  1. Cinta Abadi

  2. Cinta Manusia Terhadap Tuhan… (proses)

  3. Cinta Antar Manusia… (proses)

  4. Cinta Antara Manusia dan Alam Sekitar… (proses)

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.