Kamis, 06 Agustus 2009
by : Antok Zuhud *
Si nbah rambut gimbal telah tiada……………
Yang tersisa hanya kenangan tawa lepas ha….ha….I love you full …..
Masih terbersit senyum lepasnya, dengan pantulan giginya yang optimis
Masa lalu, kini, dan esok seolah sama saja…..
Yang menjadi pijakan, cuma teman2 jalanan, kopi, dan rokok kretek……
Baginya 1000 rupiah sama saja dengan 1 milyar …….
Baginya harta dan bilangan hanya status, bukan penentu kebahagiaan…..
Kaya, tenar, terkenal, atau luntang-luntang dimatanya sama, hanya kulit…..
menjadi pemusik jalanan atau selebritis hanyalah bungkus.
Karena jati dirinya tidak berubah, seperti dia yang belum dikenal…….
Menyapa siapa saja, murah senyum, dan tidak memandang sekat sosial
Punya mobil atau motor butut pun sama saja…..
Karena jiwa dan hati adalah pembawa suasana sebenarnya.
Kedamaian, dan kebahagiaan adalah dari jiwa
Bukan dari materi atau sederet pembungkus dalam strata kehidupan
Sikap tulus ingin menghibur orang lain, yang membuat tetap bertahan.
Bertahan dalam prinsip hidup yang ia pegang….
yakni kehidupan orang pinggiran dan para seniman sejati
Tawa lepas ha…ha… ha… akan selalu terkenang
Anak berusia 2,5 tahun tetap ingat, bahkan untuk 60 tahun sesudahnya
Selamat beristirahat dengan tenang Nbah Surip …………
*) Penulis di www.seribupilar.com


Komentar Terakhir